[Pendidikan] Indonesia – Jepang dan Inggris

Posted: Agustus 13, 2011 in Tak terkategori
Tag:, , , , , ,

Preface…..

Tahun 1998 kita pernah dicemooh dunia, akibat resesi ekonomi yang berkepanjangan, hutang yang numpuk serta akumulasi ketidak percayaan rakyat terhadap semua lembaga pemerintahan mengakibatkan negara chaos…
Rakyat berubah menjadi beringas, Penjarahan, Pemerkosaan (katanya), aksi anarkis serta teror terhadap aktivis terjadi pada Mei 1998.
Saya pernah chatting via YM dengan sesorang dari singapore, melalui media dia melihat semua kejadian ini, dan dengan singkat dia mengatakan bahwa Indonesia is “terrible country”.
Panas sekali wajah saya dikatakan seperti itu, walau negara tengah mengalami kegoncangan, sisi nasionalisme saya masih ada.
Saya hanya membela diri semampunya, “it’s not about what you think….”
Tahun ini kita dicap BANGSA BODOH DAN TAK BERPENDIDIKAN.
——————–

Beberapa waktu yang lalu Dunia tercengang manakala Jepang dilanda Tsunami di hari terang. Semua mata bisa menyaksikan bagaimana negara ini luluh lantak akibat bencana. Negara yang sangat peduli akan early warning system (EWS) terhadap Tsunami ini sebagiannya hancur akibat gerusan air. Reaktor Nuklir pun meledak dan dinyatakan gawat darurat, peduduk di evakuasi.

—————————————————————
Telah kurang lebih sepekan Inggris dilanda kerusuhan terbesar sepanjang sejarahnya, penyebabnya masih belum jelas, sesorang mati tertembak polisi untuk kemudian memicu kerusuhan dan penjarahan besar-besaran.
Detik menuliskan semua kalangan menjarah, hingga seorang anak Direktur sebuah perusahaan tertangkap menjarah pakaian.

———————————————————————–
My opinion

Awalnya saya tersugesti bahwa kejadian rusuh dalam sebuah negara akibat rakyatnya yang masih belum modern dan belum mengenyam pendidikan yang baik dan layak. Namun kini sejarah dunia menceritakan lain.

Inggris yang disebut sebagai negara maju….. siapa yang tidak mengenal negera ini?? tapi kini Rusuh!
Apakah mereka orang-orang bodoh?? tidak berpendidikan???
sepertinya tidak.

JEPANG, tatkala Tsunami itu terjadi, dunia berduka, namun ajaibnya dalam waktu dekat kota yang diluluh lantakan bisa kembali bangun. Jalan yang tadinya belah dan hancur berkeping kembali menjadi bagus.

Lalu apa yang mempengaruhi munculnya semua kerusuhan di indonesia dan Inggris???

Apakah Pendidikan??

saya menuliskan judul diatas sengaja membiarkan kita berfikir…
tentang hitam putih kehidupan di dunia ini…. tentang Si kaya dan si Miskin dan tentang bagaimana sebuah foto dapat menjadikan berbagai intrepretasi sebagai sebuah karya foto jurnalistik..atau sebuah ketidakpedulian seorang fotografer..

Foto pemenang ‘Pulitzer Prize’. Foto diambil tahun 1994 sewaktu bencana kelaparan di Sudan oleh Kevin Carter. Seorang anak kecil sedang dalam perjalanan ke ‘United Nations Food Camp’ (Kamp pangan PBB) untuk bertahan hidup. Ia kemudian merangkak lemas karen…a kelaparan dan di belakangnya seekor burung gagak sedang menunggu kematian anak itu supaya bisa dimakannya. Mungkin banyak yang bertanya, apakah yang terjadi dengan anak itu kemudian? Banyak dramatisasi dan kontroversi, tetapi jawaban yang pasti dari sang fotografer adalah ‘aku tidak tahu’. 3 bulan kemudian Kevin Carter bunuh diri karena depresi. Sejauh yang saya sudah baca ada 2 perkiraan kenapa dia depresi: 1. Ia dihantui perasaan bersalah sebab ia ‘tidak tahu’ (tidak peduli?) nasib anak itu sesudahnya. 2. Di stress setelah merasan kehidupannya sekarang menjadi terkenal gara2 ia memotret suatu bencana besar sedangkan dirinya sekarang hidup dalam kemewahan – sesuatu yang tidak bisa diterima orang banyak. Beberapa Fakta penting lagi: – Carter adalah seorang fotografer freelancer yang namanya tidak pernah diketahui orang. – Carter sempat memberi statement bahwa sesudahnya ia mengusir burung gagak tersebut, tapi ia tidak melakukan apapun terhadap anak itu – Carter diduga bunuh diri bukan hanya karena rasa bersalahnya tetapi juga karena kemarahan dan sinisme publik yang mencap dia ‘tidak berperikemanusiaan’. Dari cerita ini apakah yang bisa kita tarik? apa kita jadi salah satu orang yang ikut2an memarahi dan mengutuk Carter? Setiap manusia memang sah2 saja untuk menjalani hidupnya sebagaimana kemauannya. Pertanyaannya sekarang apakah yang membuat kita menjadi tetap manusia di saat ‘kemanusiaan’ kita sudah hilang? Seberapa jauh kita menjadi manusia yang ‘memanusiakan’ orang lain? Saya tidak akan munafik dan jadi orang yang bilang bahwa saya hidup 100% manusiawi, cuma ada saatnya kita harus sadar. Kita terbiasa dengan hidup nyaman dan serba berlebihan sehingga kita cenderung tidak menyadari bahwa ada hidup yang serba berbeda diluar sana. Mungkin kita bisa mulai dari hal kecil, tidak menghambur2kan makanan, mulai memikirkan yang namanya ‘menambah untuk yang kekurangan’, menyisihkan beberapa kelebihan kita untuk mereka, serta lebih peka akan penderitaan sesama. Semoga dalam perjalanan hidup kita ini bukan hanya download, upload, game, dorama, anime, manga, etc2 yang kita pikirkan. Saatnya memikirkan tentang ‘human’. Mulailah dari hal kecil dan jadilah manusia yang memanusiakan orang lain. sebuah tulisan kecil oleh Recs@idws

kembali satu modal buat renungan..!!

Sumber

I want to Ride my Bicycle…

Posted: April 29, 2011 in Tak terkategori
Tag:, ,


Miris sekali melihat kerukunan bangsa ini kembali tercoreng. Dua kubu, satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa dan satu Agama saling serang hingga menimbulkan korban jiwa. Ahmadiyah boleh saja dilarang, sebab tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sesungguhnya, namun lebih dilarang lagi adalah MEMBUNUH satu sama lain, tidak ada satu ajaran pun yang membenarkan untuk membunuh.

Ah alangkah kecewanya sepertinya para pendahulu kita ketika melihat anak negeri saling melukai dan saling membunuh. Tidak kah terfikirkan bahwa kita adalah saudara??
Ahmadiyah dalam benak saudaranya ada yang beranggapan seperti musuh yang harus di bumi hanguskan. Aqidah memang harus di tegakkan, namun jalan-jalan kekerasan harus elalu dihindarkan. Tidak malu kah kita dengan bangsa lain yang terus mentertawakan kita?
Bagi saudara-saudara kita di Ahmadiyah kiranya dapat berfikir bijak mengenai ajarannya sehingga tidak menyinggung mayoritas masyarakat. Sejarah diberbagai negara bahwa Ahmadiyah tidak lepas dari konflik dengan lingkungan sekitarnya.

Sempalan dalam Agama sebenarnya bukan hanya dalam Islam, pada agama lain pun banyak dan sering menimbulkan konflik. Pemahaman yang berlandaskan keyakinan yang kuat memang tidak akan mudah dengan begitu saja untuk dibelokan agar mengikuti pemahaman lain (mayoritas), sebab ini menyangkut keyakinan.

Agama disampaikan dengan kekuatan keyakinan serta diterjemashkan dalam bentuk perilaku individu yang secara universal di nilai “Baik”. JIka kita sebagai manusia beragama memperlihatkan satu perangai yang baik terhadap satu sama lain maka yakinlah bahwa agama akan mencari benteng yang akan saling mengokohkan bangunan Negeri ini.

Repost tulisan lalu:
Negara kita negara hukum, hukum yang berlaku tentunya Hukum yang dianggap sah oleh negara, ada peraturan dan ada perundang-undangannya. Secara Yuridis Hukum Islam memang tidak berlaku di negara, namun secara khusus (terkait dengan hak asazi) berkeyakinan, tentunya setiap ummat harus mentaatinya. Sebab ini menyangkut kewajiban kepada Sang pencipta. dan bukan tanggung jawab terhadap manusia.
Konsekuensi perundangan yang dibuat oleh manusia mempunyai dimensi pertanggungjawaban utamanya secara sosial (Horizontal) kepada sesama manusia dengan negara sebagai pengaturnya. Bagaimana kewajiban dan apa haknya. Sedangkan hukum Agama dia mempunyai tanggung jawab baik secara Horizontal maupun vertikal. Horizontal tentunya sebagai bentuk ketaatan terhadap pola hidup manusia yang disepakati (dengan tidak melanggar norma) dan Vertikal tentunya pertanggungjawaban kepada pencipta kelak di akhirat.

Saya membaca sejarah Nabi Muhammad SAW tentang bagaimana saat itu setelah sah nya kenabian Muhammad, muncul juga yang mengaku Nabi-nabi baru, maka dengan tegas Rasulullah mengharuskan para shahabat untuk memeranginya (bahkan memenggalnya), setelah terbukti bersalah dan mengada-ada.
Kini dengan hadirnya Ahmadiyah yang mengaku punya nabi baru (kecuali Ahmadiyah di Lahore India, yang menganggap Mirza Ghulam Ahmad hanya sebagai Pembaharu) dan mempunyai kitab baru tentunya akan menjadi permasalahan baru, sebab diawal sudah dibahas bahwa dinegara kita ada 2 hukum aturan, yaitu hukum dan peraturan yang dikeluarkan oleh negara dan hukum Agama (Hukum Agama Islam karena terkait dengan Mayoritas umat Islam).
Di Malaysia, Brunei dan Pakistan, Ahmadiyah jelas di larang oleh Negara, dan TEGAS setelah pelarangan hingga saat ini aman. Saya sepakat jika para penganut Ahmadiyah diberikan tawaran jika faktor keyakinan dikedepankan sebagai alasan, buat agama baru diluar Islam! dan jangan mengotori Islam.

Isi SKB 3 Menteri tentang Ahmadiyah kurang lebih ”Tidak melarang Ahmadiyah beribadah, tetapi dilarang untuk menyebarkan”. Wuihhh Ga tegas!!! Mungkin Negara takut oleh LSM, oleh Gusdur dan mungkin oleh tekanan asing.
Yang jelas saya hanya memberikan solusi:
“NEGARA TIDAK PUNYA PIJAKAN/PEDOMAN YANG JELAS DALAM MENENTUKAN AGAMA BERDASARKAN ASAL DAN AKAR BAGAIMANA AGAMA BISA ADA”
Bagaimana Islam dalam sejarah, bagaimana kristen dalam sejarah, bagaimana hindu dan budha dalam sejarah.
Ahmadiyah muncul pada zaman yang masih baru dimana kemunculannya pun sangat berbau politis (dari Inggris yang waktu itu menjajah India)

Banyak orang Indonesia yang memimpikan untuk bisa bepergian ke Bali untuk berlibur. Memang asyik manakala kita sendiri bisa berlibur ke Bali.
Tidak aneh juga ketika kita mendengar banyak orang pergi ke Bali untuk berlibur. Tanah impian para selebritis yang ingin melepas penat dan stress.

Surtadara film yang Julia Roberts memilih Bali sebagai tempat syuting film tesebut pastilah bukan tanpa alasan, kalau bukan karena keindahan dan keelokan tanah Bali. Lain lagi ceritanya ketika seseorang Gayus Tambunan dengan status sebagai tahanan negara kemarin bisa pergi ke Bali,
duduk santai menonton seksinya para pemain tenis dunia. Alasan Obat sakit adalah Plesiran ke Bali.
Baca entri selengkapnya »

5 tanda (MTGW – Who Am I? – MetroTV) bahwa kita disiapkan bagi peran membesarkan kehidupan, adalah:
1. Memiliki mimpi-mimpi yang besar.
2. Menyukai sesuatu secara ekstrim.
3. Memiliki kecenderungan untuk mengkritik.
4. Memprotes perlakuan orang lain yang tidak menghormati kita.
5. Tersiksa antara impian yang besar dan kenyataan hidup yang lamban.

Mario Teguh – Loving you all as always