Masukan dari April 2009
Kita memang terbiasa kecewa untuk kemudian pergi meninggalkan apa yang sudah kita buat… dan membuat sesuatu yang baru.. Only in Indonesia… ketika pemilu diikuti oleh 40 partai lebih… dan masih ada yang mengatakan saya GOLPUT.
Pernahkah kita berfikir apakah kita pernah mencari tahu diantara sekian banyak partai tersebut ada yang sesuai atau mendekati dengan keinginan kita…
Emosi kita terkadang mengalahkan rasio kita yang sebenarnya sadar bahwa ada sesuatu yang benar.
Saya bingung ketika ada anak kecil yang mengatakan golput yes…
apa yang akan kita jelaskan kepada mereka tatkala bertanya apa keuntungan dari Golput??
apakah kita akan mengatakan merdeka dan pembangunana lebih maju???
Pemilu ini hanya salah satu ikhtiar yang diupayakan untuk mengakomodir pendapat manusia. Dan apa yang dibuat oleh manusia bukanlah sistem yang sempurna. Kita menjadi apatis ketika melihat bagaimana tindak tanduk para pelaku politik yang menyengsarakan rakyat. Namun kita hanya menggerutu tanpa mau berbuat lebih.
Kita kerap Bangga dengan demokrasi yang ada di negara lain. Namun sedikit dari kita yang mencoba mewujudkan demokrasi yang baik di negara kita.
Negara ini adalah negara besar yang mempunyai cita-cita luhur yang kerap ditorehkan oleh para sespuhnya. Namun mungkin itu hanya sebatas dalam kertas dan prasasti.
Ah sebenarnya saya tidak tega ketika para anak-anak jalanan, pengemis , rakyat kecil yang kerap dibohongi oleh para politisi, saya hanya berfikir bahwa yang bisa menolong mereka adalah kita… menyingkirkan para politisi busuk yang ada di parlemen.
Maka dengan ini kita bisa mengatakan Ini Bangsa aku, bangsa Indonesia.
Agus Nugroho (Jaringan Muda untuk pencerdasan Politik)
Kategori: politik
Ditandai: pemilu, pemilu 2009, politik
PEMILU presiden 5 Tahun 1 kali
PEMILU LEGISLATIF 5 Tahun 1 kali
PILKADA Gubernur 5 Tahun 1 kali
PILKADA Bupati/Walikota 5 Tahun 1 kali
Pilkades 3 tahun Tahun 1 kali
PILRW 2 tahun Tahun 1 kali
PILRT 1 tahun Tahun 1 kali
Kategori: 1 · politik
Ditandai: pemilu
Benar kiranya ketika ada yang mengatakan, kita memang kaya dengan ide, namun sedikit orang yang mau meujudkan ide tersebut. Kita memang pandai mendirikan organisasi namun kita tidak pandai untuk merawatnya. Kita memang rajin untuk mengkritik orang, namun sedikit yang mengintropeksi diri untuk bisa lebih baik.
Kita terkadang berbicara lantang, namun kemudian sembunyi ketika lawan secara jantan turun kelapangan. Ide kita banyak dan cita-cita kita besar, namun sayang kita terkadang tidak mau turut dalam barisan yang mencoba mewujudkan ide dan gagasan kita sendiri.
Bangsa ini terdiri dari beragam suku, beragam warna kulit dan beragam budaya, dan kita bangga dengan slogan Bhineka Tunggal Ika.
Pemilu tinggal beberapa hari didepan mata kita, sesaat kita renungi mungkin inilah moment besar yang mencoba meminta segenap penduduk negeri ini untuk ‘diminta pendapatnya’ tentang siapa yang akan menjadi para pemimpin di negeri ini.
Namun sayang, biaya yang mahal untuk membuat sebuah pesta besar bagi warganya ini tidak serta merta disambut baik oleh warganya. Ada yang mencemooh ada juga yang acuh tak acuh. Negeri ini kaya raya, namun tak sekaya warganya yang dengan semangat mau mengikuti Pemilu sebagai sara ‘diskusi akbar’ bagi segenap penduduknya.
Negeri ini mempunyai banyak orang yang cerdas, namun banyak pula orang yang cerdas sekelas profesor yang menggiring masyarakatnya untuk golput. Bukan mencerdaskan mereka, bukan menyadarkan mereka, bukan mendidik mereka. Bukankah sang profesor di didik agar dia bermanfaat untuk bangsa ini??. Ah kapan bangsa ini akan besar dan dewasa. Bukankah kita telah merdeka selama 50 tahun lebih, dimana kita bebas menentukan nasibnya sendiri.
Suatu ketika kita kerap berteriak, kenapa kita tidak pernah diajak diskusi??, kenapa saya tidak dimintai pendapat??, Kenapa penguasa bertindak bak tiran?, kenapa pendapat saya tidak diakomodir?
Ah begitu mudahnya kita terkadang mengkritik dan menghardik, ketika pertanyaan tersebut kita balikan terhadap diri kita sendiri, Sejauh mana kontribusi kita terhadap pembangunan negeri ini? Atau memang kita merasa negera ini bukan INDONESIA tapi NEGARA AKU!
Kategori: Pendidikan · Renungan · politik