//
you're reading...
Manajerial & Organisasi

Teori Penyelesaian Konflik (Transformation Manajemen Conflict)

Pendekatan transformasi penyelesaian konflik (transformation manajemen conflik) melalui forum dialog

Forum dialog lebih membuka kesempatan mendengar penjelasan masing-masing pihak yang berkonflik. Dengan begitu suatu konflik dapat diidentifikasi, apakah terjadi karena tujuan-tujuan yang tidak sama dan saling bertentangan. Tidak disetiap konflik ada kekerasan. Konflik meruncing dan meluas sehingga terjadi kekerasan adalah karena propaganda. Bahkan propaganda yang meluas cenderung menjadi perdebatan, akibatnya saling menyalahkan dan mengungkap pembenaran-pembenaran sendiri-sendiri.
Konflik yang dibiarkan menjadi ajang perdebatan akan menjadi skala besar yang semakin sulit diselesaikan. Jika semakin di blow-up oleh media akan menjadi konsumsi terhadap pembentukan opini publik, baik publik dalam negeri maupun luar negeri. Akibatnya muncul campur tangan yang meluas. Lebih-lebih jika konflik tersebut berdampak kekerasan terhadap kemanusiaan.
Dalam banyak hal, ditengah masyarakat memang banyak ketidak samaan, tetapi belum tentu menimbulkan konflik. Konflik hanya muncul, jika antar pihak ada tujuan yang dipertentangkan. Sering pula pihak lain menempatkan kepentingan dalam konflik untuk mencari keuntungan. Maka konflik akan berkepanjangan dan semakin sulit serta tidak mudah untuk diselesaikan.
hak kolektif

memahami konflik
Disini diperkenalkan teori transformasi penyelesaian konflik menggunakan Rumus Segitiga (A,B dan C). A sama dengan atitute (sikap), B sama dengan behavior (prilaku) dan C sama dengan contradiction (pertentangan). Content dari 3 (tiga) hal ini diidentifikasi yang menjadi faktor-faktor dominan penyebab terjadinya konflik. Berdasarkan identifikasi, faktor mana yang dominan berpengaruh. Sehingga dapat ditawarkan berbagai alternatif solusi penyelesaian konflik.
Lalu tingkat pelaku konflik pun diidentifikasi. Lebih-lebih apabila sesuatu konflik ada kekerasan. Dalam hal ini, ada 3 (tiga) face yang berpengaruh disetiap konflik. Yaitu: Pertama, fase sebelum kekerasan terjadi. Kedua, fase ketika kekerasan terjadi. Ketiga, fase sesudah kekerasan terjadi. Artinya ada aktor-aktor pada level tertentu yang terlibat, yaitu: aktor pertama, aktor menengah dan aktor akar rumput atau masyarakat. Dengan mengidentifikasi ini, maka akan ditemukan orang-orang sebagai pihak yang dominan untuk melakukan dialog-dialog penyelesaian damai.

Teori ini mengutamakan penyelesaian konflik dengan cara dialog.
Kearifan Lokal
Dalam upaya menyelesaikan konflik, ada banyak nilai lokal yang bisa menjembatani penyelesian konflik. Perjanjian Malino misalnya, perdamaian kedua kelompok masyarakat lebih bermuara kepada kesadaran adanya ikatan budaya dan agama. Nilai-nilai yang berakar dari tradisi budaya, agama dan kepercayaan masyarakat, sesungguhnya nilai-nilai HAM dari prefektif kearifan lokal (local wisdhom). Sejak lama tradisi budaya ini telah menjadi nilai yang pernah hidup dalam praktek kehidupan yang membentuk kearifan mereka, pendahulu bangsa ini. Tidaklah berlebihan bahwa pendahulu kita memilikinya dan mewariskannya sebagai anugerah Tuhan YME. Nilai-nilai tradisi budaya, agama dan kepercayaan itu yang seharusnya kita semaikan kembali. Nilai-nilai kearifan lokal ini semakin dirasakan penting untuk ditumbuhkembangkan, ditengah terjadinya krisis moral dewasa ini. Disemaikan dan ditumbuhkembangkan berarti cara merajut kembali keakraban tradisional. Tetu saja diharapkan menjadi akar tumbuhnya rasa persatuan dan solidaritas diantara perbedaan-perbedaan yang ada.

About nugrohotech

i am a person who always want to know about anything...

Diskusi

7 thoughts on “Teori Penyelesaian Konflik (Transformation Manajemen Conflict)

  1. materinya cukup lumayan tapi bisa nggak ditambah lagi sistem- sistem untuk menangani konflik. thanks ya

    Posted by Emilia Pereira | 1 September 2008, 3:35 am
  2. THANKS

    Posted by ridho | 6 Maret 2009, 12:41 am
  3. ou3hxU Excellent article, I will take note. Many thanks for the story!

    Posted by Cialis | 6 Maret 2010, 9:23 pm
  4. cukup membantu mas, thx

    Posted by stroberi | 13 Agustus 2010, 3:33 pm
  5. boleh minta disertakan referensinya? karena saya rasa ini basic penting untuk melandasi argumen dalam tulisan kita. apabila ada referensinya, bisa sangat membantu sekali.

    Posted by Renny Candradewi | 23 Januari 2011, 3:10 am
  6. dalam resulusi komflik yang terjadi bagai man seoran pemimpin mengambil langka yang tepat guna menelesaikan sutu masalah yang besar dalam pemerintahannya?

    Posted by cancio freitas | 4 April 2011, 6:35 am
  7. Aw, this was an exceptionally good post. Spending some time and actual effort to generate a very good article… but what can I say…
    I hesitate a whole lot and never seem to get nearly anything done.

    Posted by ähnliche Internet-Seite | 4 Agustus 2013, 7:12 pm

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 267,633 hits

My Photos gallery

Tawang Polder Cross road  Near of #Semarang Tawang Rail Station. #djawatengah @2013  Taken by my #blackwhite #infrared #blackwhite_photography #bw_photography #bw_scence #bw_capture

Me at #FNSH2014 edisi #tjimahi #street_photography  #streetphotography #Cimahi #street #photography #blackwhite_photography #blackwhite #bw_photography #bw_capture #bw_scence #canon

More Photos
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: