//
you're reading...
Manajerial & Organisasi

Mahasiswa, Ospek dan Transfer Nilai – 2

Sekilas Ospek
Mahasiswa baru pada dasarnya sepertihalnya seorang penghuni baru yang memasuki sebuah rumah, biasanya dia terlihat polos dan akan menerima segala respon yang dia terima pada saat awal melihat dan merasakan. Ospek diadakan diawal ketika mahasiswa baru masuk ke kampus dimaksudkan agar mereka (;mahasiswa baru) dapat langsung menerima kesan tentang dunia mahasiswa serta mendapatkan pemahaman tentang nilai-nilai perjuangan mahasiswa. Istilah lain mungkin dapat diungkapkan bahwa ospek bertujuan membangunkan, menyadarkan, memahamkan dan menggerakan para mahasiswa baru agar tidak selamanya terlena dengan dunia remaja yang dilaluinya saat mereka duduk di bangku SLTA. Kini mereka harus disadarkan akan tentang bagaimana mereka turut memikirkan bangsanya, bagaimana mereka turut memikirkan kampusnya, bagaimana mereka memikirkan rakyat seperti halnya mahasiswa baru yang merupakan bagian dari masyarakat, dan segala hal yang menyangkut dengan moral dan kebenaran. Mereka tidak boleh terjebak oleh buai kehidupan hedonis yang telah merasuki sedari mereka duduk dibangku sekolah. Kampus bukan ajang nampang, bersolek dan berhura-hura. Kampus bukan pula sekedar ajang mencari nilai prestise dari status kemahasiswaan. Bangsa kita tengah sakit, dirundung permasalahan dan permasalahan yang silih berganti. Saatnya untuk kembali kepada tugas dan peran sebagai pemuda, menjadi pembaharu! .

Tujuan Ospek
Selama ini ketika kita mendengar kalimat ospek maka dalam fikiran kita langsung ter bayang suasana gerah dan panas dalam aktivitas perpeloncoan yang dilakukan oleh senior terhadap juniornya. Seorang senior yang merasa trauma akan perlakuan fisik seniornya terdahulu mencoba melampiaskan rasa dendamnya terhadap adik-adiknya. Disinilah letak penyimpangan dari sebuah kegiatan Ospek. Saatnya untuk kembali kepada orientasi awal.
Orientasi Pengenalan Kampus atau biasa dikenal sebagai Ospek setiap tahun selalu dilaksanakan diberbagai kampus. Tujuannya sesuai dengan namanya yaitu Orientasi Pengenalan Kampus, maka pada kegiatan ini mahasiswa diperkenalkan tentang bagaimana fungsi kampus ditinjau dari sisi kemahasiswaan (;bukan sisi akademis) yaitu
Pertama, Kampus sebagai tempat Kaderisasi dibentuknya para pemimpin bangsa, bangsa ini kelak akan melakukan estafetisasi kepemimpinan dan tidak menutup kemungkinan bahwa kelak diantara para mahasiswa yang kini duduk dikampus akan menerimanya.
Kedua, Kampus sebagai miniatur kehidupan demokrasi. Dinamika kehidupan setiap kampus boleh jadi berbeda. Ada yang senantiasa panas oleh nuansa politis kampus atau barangkali ada kampus yang tenang dan hanya kondusif buat pembelajaran akademis saja. Namun satu hal yang biasanya sama dalam setiap kehidupan kampus adalah nuansa kehidupan demokrasi kampus. Mereka biasa terlibat dalam debat dan beda pendapat namun tetap kembali duduk bersama sebagai mahasiswa.
Ketiga, Kampus sebagai mimbar bebas dalam mengemukakan pendapat. Tidak ada satupun wilayah yang tidak bisa di kritisi oleh mahasiswa. Kehidupan demokratis dikampus menghendaki mahasiswa secara alamiah untuk dapat mengkritisi segala hal. Mereka tidak tersekat oleh pendidikan yang dipelajari di jurusannya masing-masing. Mereka bebas mengemukan pendapat dengan dasar kebenaran dan nilai-nilai moral.
Keempat, Kampus sebagai tempat Transformasi Nilai-nilai historis pergerakan mahasiswa dalam melakukan perubahan. Dalam bangku kuliah kita tidak akan mendapati matakuliah (;baca sks) mengenai bagaimana Nilai-nilai historis pergerakan mahasiswa dalam melakukan perubahan serta bagaimana pola-pola dan strategi pergerakan dilakukan. Bagaimana Gegap gempita yel yel serta lagu perjuangan dikumandangkan dengan penuh semangat. Bagaimana meneriakan sebuah kebenaran di depan penguasa yang salah!
Dari uraian diatas setidaknya kini kita tahu bahwa kesan ospek yang saat ini identik dengan nuasa perpeloncoan ternyata pada dasarnya mempunyai cita-cita yang mulia. Mahasiswa juga manusia dan bukan Tuhan tentunya tidak terlepas dari khilaf. Kesalahan bentuk penyampaian tujuan yang dilakukan oleh segelintir senior yang berujung fatal terhadap citra kegiatan mahasiswa dan kampus. Image yang seharusnya tercermin yaitu ospek sebagai bagian dari proses kaderisasi dikampus menjadi kegiatan yang penuh dengan nuasa kekerasan dan menginjak-nginjak hak asazi manusia.
Dari sini sebenarnya kita seharusnya sudah dapat memahami bahwa bukanlah ospek yang bermasalah tetapi kekerasan yang timbul dari segelintir orang yang kemudian digeneralisir menjadi kesalahan umum sebuah kegiatan. Wajar memang setiap tahun kejadian pada ospek yang nyeleneh, lain dari yang lain atau tidak sesuai dengan kehidupan pada umumnya, menjadi sasaran empuk bagi pers untuk disampaikan sebagai berita.

Penyadaran dan bukan dengan kekerasan
Penamaman disiplin memang perlu dalam penyampaian Nilai-nilai kemahasiswaan. Namun bukan berarti diberikan dengan tindak kekerasan fisik. Sesuatu yang tertanam dalam benak mahasiswa baru dengan dilandasi kesadaran tentunya akan jauh lebih bermakna dari pada kefahaman yag sifatnya instan karena terpaksa. Untuk itu penyadaran adalah sesuatu yang mutlak diberikan dan bukan kekerasan. Adalah sebuah harga mahal yang harus dibayar jika ospek ternyata dihilangkan hanya karena takut akan adanya kekerasaan. Relakah kita jika ternyata Kampus hanya dijadikan mahasiswa sebagai ajang nampang, bersolek, berpakaian ketat dengan fikiran penghuninya yang hanya berorientasi pada nilai kuliah. Relakah kita jika para pemuda intelek kita mempunyai fikiran yang stagnan, fikiran yang hanya berfikir tentang bagaimana nilai pekerjaan dan tentunya ujung-ujung nya uang.
Saya sepakat jika kampus adalah wilayah yang bebas dari berbagai politisasi kepentingan kekuasaan negara. Untuk itu sudah selayaknya juga bahwa pejabat kampus buka merupakan cultural leg (baca; kepanjangan) dari pemerintah. Pemerintah memang berhak memberikan masukan tapi tidak memaksakan dengan menggunakan cakarnya melalui pejabat kampus (yang seharusnya otonom) dalam mengatur kehidupan kampus. Adalah penting bagi kita untuk kembali mendudukan bersama antara pejabat kampus dengan mahasiswa sebagai bagian dari elemen kampus untuk duduk bersama membicarakan, merencanakan dan melaksanakan kegiatan ospek bersama-sama, ‘seperti anak dan bapak’. Biarkan mereka (mahasiswa) tetap menyemaikan benih-benih perjuangan kepada adik adiknya, jangan biarkan mereka semangat itu hilang karena ketakutan kita akan sesuatu yang seharusnya dicarikan solusinya. Bukankah pejabat kampus dahulunya juga mahasiswa? Tahu akan nilai-nilai perjuangan mahasiswa?.
Kita semua berharap bahwa kelak setiap generasi yang terlahir tentunya lebih baik dari pada kita. Sepertihalnya kutipan pengharapan Seorang Douglas McArthur dipenghujung hidupnya yang dia tuliskan:
Tuhanku…bentuklah putraku,agar cukup kuat untuk mengetahui manakala ia lemah, dan berani untuk menghadapi dirinya sendiri manakala ia ketakutan. Putra yang bangga dan rendah hati dalam kekalahan, namun lembut dan berani dalam kemenangan. Tuhanku pimpinlah dia, agar tidak pada jalan yang mudah dan lunak, tetapi dibawah tekanan, kesulitan serta tantangan. Biarkanlah dia belajar untuk berdiri menghadapi badai, biarkanlah dia belajar dari kegagalannya. Bentukalah ia agar mempunyai hari yang jernih dengan cita-cita yang tinggi. Putra yang tahu bagaimana pemimpin dirinya sendiri sebelum dia memimpin orang lain, putra yang kelak akan memimpin masa depan tanpa melupakan masa lalu.
*) Penulis adalah Mantan ketua BEM KM UPI 2002

About nugrohotech

i am a person who always want to know about anything...

Diskusi

One thought on “Mahasiswa, Ospek dan Transfer Nilai – 2

  1. Tersedia LAPTOP MURAH produk terbaru
    dari importir batam yang telah melayani ratusan pembeli.
    segera dapatkan di http://www.laptopku.co.cc

    Posted by www.laptopku.co.cc | 22 Agustus 2008, 2:19 am

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 262,572 hits

My Photos gallery

It's colorfull day... Pangandaran Beach #westjava #indonesia

"Pengasap ikan asin" #kaliasin #semarang #djawatengah  pekan kemarin...

More Photos
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: