Nugroho’s Articles

Masukan dari Juni 2007

Diagram Arus Data – DAD (Data Flow Diagram – DFD)

Juni 29, 2007 · & Komentar

 

Untuk memudahkan penggambaran suatu sistem yang ada atau sistem yang baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa memperhatikan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan, maka kita menggunakan Diagram Arus Data atau Data Flow Diagram. Diagram alur data merupakan alat yang cukup populer sekarang, karena dapat menggambarkan arus data di dalam suatu sistem dengan terstruktur dan jelas, itulah sebabnya DAD merupakan alat bantu yang paling penting bagi seorang analis sistem. Penggunaan DAD sebagai alat peraga sistem dipopulerkan oleh Tom DeMarco (1978) dan Gane & Sarson (1979) dengan menggunakan pendekatan metoda analisis sitem terstruktur (structured system analysis method). DAD dapat merepresentasikan suatu sistem yang otomatis maupun manual dengan menggunakan gambar yang berbentuk jaringan grafik.

Ada beberapa simbol yang digunakan dalam penggambaran DAD, yaitu :


Entitas Luar (External Entity) dan Terminal


Entitas Luar adalah entitas yang berada di luar sistem yang memberikan data kepada sistem (source) atau yang menerima informasi dari sistem (sink). Entitas Luar ini bukanlah bagian dari sistem, bila suatu sistem informasi dirancang untuk satu bagian/departemen maka bagian lain yang masih terkait menjadi entitas luar. Sedangkan terminal adalah entitas yang merupakan bagian dari sistem.

 

Simbol yang digunakan : Kotak

Pedoman pemberian nama terminal dan entitas luar

9 Nama terminal berupa kata benda

9 Terminal tidak boleh memiliki nama yang sama kecuali memang objeknya sama

(digambarkan dua kali, dimaksudkan untuk mmbuat diagram lebih jelas). Bila demikian, maka terminal ini perlu diberi garis miring pada pojok kiri atas.

9 Nama aliran data yang masuk ke dalam suatu proses tidak boleh sama dengan nama aliran data yang keluar dari proses tersebut.

9 Data flow yang masuk ke atau keluar dari data store tidak perlu diberi nama bila
:


¾
Aliran datanya sederhana dan mudah dipahami


¾
Aliran data menggambarkan seluruh data item (satu record utuh)


9
Tidak boleh ada aliran data dari terminal ke data store atau sebaliknya karena terminal bukan bagian dari sistem. Hubungan terminal dengan data store harus melalui proses.


Proses


Proses menggambarkan apa yang dilakukan oleh sistem. Berfungsi mentransformasikan satu atau beberapa data masukan menjadi satu atau beberapa data keluaran sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Setiap proses memiliki satu atau beberapa data masukan serta menghasilkan satu atau beberapa data keluaran. Proses sering pula disebut bubble.

Simbol yang digunakan : lingkaran

 

Pedoman pemberian nama proses :

9 Nama proses terdiri dari kata kerja dan kata benda yang mencerminkan fungsi proses tersebut, misalnya : Hitung Gaji, Pendataan Order, Cetak Laporan Penjualan, dll.

9 Jangan menggunakan kata ‘proses’ sebagai bagian dari nama suatu proses.


9
Tidak boleh ada beberapa proses yang memiliki nama yang sama.

9 Proses harus diberi nomor. Urutan nomor sedapat mungkin mengikuti aliran/urutan proses, namun demikian, urutan nomor tidak berarti secara mutlak merupakan urutan proses secara kronologis.

9 Penomoran proses pada tingkat pertama (diagram nol) adalah 1.0, 2.0, 3.0, dst.

9 Penomoran proses pada tingkat kedua dari proses 1.0 (rincian dari proses

1.0) adalah 1.1, 1.2, 1.3, dst.

9 Diagram konteks (context diagram) tidak perlu diberi nomor.

9 Proses 2.x adalah proses terendah, tidak dirinci lagi.

Alir Data (Data Flow)

Alir Data menggambarkan aliran data dari suatu entitas ke entitas lainnya. Arah panah menggambarkan aliran data. Ada beberapa aliran data, yaitu :

Antara dua proses yang berurutan

Dari penyimpanan data (data store) ke proses dan sebaliknya

Dari source ke proses

Dari proses ke sink

Simbol yang digunakan :

Pedoman pemberian nama aliran data :

 

9 Nama aliran data yang terdiri dari beberapa kata dihubungkan dengan garis sambung.

9 Tidak boleh ada aliran data yang namanya sama dan pemberian nama harus mencerminkan isinya.

9 Aliran data yang terdiri dari beberapa elemen dapat dinyatakan dengan grup elemen.

9 Hindari penggunaan kata ‘data’ dan ‘informasi’ untuk memberi nama pada aliran data.

9 Sedapat mungkin nama aliran data ditulis lengkap.

Penyimpan Data (Data Store)

Data store adalah tempat menyimpan data. Proses dapat mengambil data dari atau memberikan data ke data store.

Simbol yang digunakan :

Pedoman pemberian nama data store :

9 Nama harus mencerminkan isi data store tersebut.

9 Bila namanya lebih dari satu kata, maka harus diberi tanda sambung

G.1. Tingkatan Diagram pada Diagram Arus Data (Data Flow Diagram)

G.1.1. Diagram Konteks (Context Diagram)

¾ Merupakan level tertinggi dari DAD yang menggambarkan seluruh input ke atau dari sistem.

¾ Memberikan gambaran tentang keseluruhan sistem

 

¾ Terminal yang memberikan masukan kepada sistem disebut source, terminal yang menerima keluaran dari sistem disebut sink.

¾ Hanya ada satu proses.

¾ Tidak boleh ada data store.

G.1.2 Diagram nol (0)

¾ Sudah menunjukkan data store yang digunakan.

¾ Untuk proses yang tidak dirince lagi pada level selanjutnya (functional primitive), tambahkan * pada akhir nomor proses.

¾ Keseimbangan input dan output (balancing) antara diagram 1.0 dengan diagram hubungan harus terpelihara.

G.1.3 Diagram Rinci

¾ Merupakan rincian dari diagram nol atau diagram level diatasnya.

Walaupun DAD mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu dapat menggambarkan sistem secara terstruktur dengan memecah-mecah menjadi level lebih rendah (decomposition), dapat menunjukkan arus data di sistem, dapat menggambarkan proses paralel di sistem, dapat menunjukkan simpanan data, dapat menunjukkan entitas luar, tetapi DAD juga mempunyai keterbatasan. Keterbatasan dari DAD adalah sebagai berikut :

· DAD tidak menunjukkan proses perulangan (loop)

· DAD tidak menunjukkan proses keputusan (decision)

· DAD tidak menunjukkan proses perhitungan

A Ziya Aktas (“Structured Analysis and Design of Information Systems“, Prentice-Hall, New Jersey, 1987) memberikan pemecahan untuk keterbatasan DAD ini, yaitu dengan menambahkan penggunaan operational operator (operator hubungan), sehingga kemampuan DAD dapat lebih ditingkatkan. Operator hubungan ini adalah :

- * menunjukkan hubungan suatu logika AND

- 0 menunjukkan hubungan suatu logika OR

- ® menunjukkan hubungan suatu logika XOR

Kategori: Komputer

Basic Teaching Skill

Juni 29, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

HOW TO

  1. Buka penutup kita
  2. Membuka penutup peserta
  3. Melakukan pendekatan
  4. Menyampaikan materi/ mentransfer air
  5. Mengevaluasi

A. Membuka Penutup Kita

1. Persiapan: Ruh (kejelasan & keikhlasan niat)

Akal

Jasad/fisik

Emosional (proses mengkarakterkan materi/proses integritas)

2. Merancang pendekatan (learning plan):

Tujuan

Organisasi bahan: materi, catatan, dll

Metode

Agenda

B. Membuka Penutup Peserta

Ice breaking (awalnya membuat peserta enjoy dulu)

Humor

Gambar (77% penelitian menunjukkan bahwa orang

Ta’aruf cenderung belajar dgn gaya visual)

Bertanya

* Pernyataan retoris

* Dan lain sebagainya

C. Pendekatan

1. Andragogi (mengajar sesuai kebutuhan/situasional/just in time learning) – stok ilmu hrs lebih banyak

- Peserta: remaja/dewasa

- Metode problem solving

2. pedagogi (direksional/subject oriented) – peserta: anak2

D. Menyampaikan Materi

1. Komunikasi Efektif: Verbal (mengoptimalkan fungsi mulut) Non-Verbal (menghindari mmh…mmh)

Simulasi: in pair, ngobrol tanpa mengangkat gigi

* Komunikasi Non-Verbal

    1. Kontak mata (menembus batas komunikasi)

Tips: – peserta hrs ditatap semua

- Masing-masing max 3 detik

- Jangan terlalu lama atau terlalu sebentar

- jangan terpaku pd seseorang

- dengan tatapan yg lembut

Simulasi: in pair, saling menatap mata selama 2 menit tanpa ekspresi

    1. Ekspresi Wajah
    2. Suara (variasi kecepatan, nada, volume)

70% bahasa tubuh

7% kata2

38% nada, suara

Simulasi: latihan bernasyid didepan cermin tanpa

mengeluarkan suara.

Kendala: Kemonotonan (karena grogi) – tarik nafas & lepaskan beban yang ada.

    1. Gerak Tubuh

Gerak tangan

Tips: – telapak tangan jangan menghadap ke dalam

- Disesuaikan dgn materi pembicaraan

- Jangan melakukan hal2 dgn benda2 lain

e. Sosok (postur)

Berdiri pd 2 kaki yg menumpu/menyangga badan dgn Baik “Dlm proses pembelajaran semuanya Bicara”

2. Sistematika Penyampaian

- Katakan pd mereka apa yang akan kita lakukan

- Katakan pd mereka

- Katakan pada mereka apa yang sudah kita katakan

Mengajar Efektif (deduktif – global baru rinci)

3. Fasilitasi Gaya Belajar Peserta

- Visual (tulis, handout, baca sendiri)

- Auditorial (hrs diajarkan terlebih dahulu, mendengarkan)

- Kinestetik (hrs dipraktekkan terlebih dahulu,dll)

4. Menggunakan Media

5. Jaga Mood (Suasana Hati)

“Teaching is the Work of Heart”

Setiap harinya ada 4000 lintasan pikiran, 4/menit, jaga agar suasana hati tidak terpengaruh oleh lintasan-lintasan pikiran tersebut

6. Tips Membuka

- Hati-hati dengan 7 menit pertama

- Awal yang baik = setengah dari kesuksesan

- Peserta dapat mendengarkan dgn efektif hanya dalam 15 menit dan kesananya menurun, oleh karena itu usahakan utk jeda setiap 15 menit sekali

- Jangan meminta maaf di awal acara (mempengaruhi mood peserta)

- Jangan mendiskon diri (merasa tdk mampu, tdk layak, dll)

- Pusatkan perhatian peserta di awal acara (ice breaking)

7. Tips Menutup

- Tutuplah dengan penuh semangat

- Tutuplah pd saat ANTUSIASME PESERTA SDNG TINGGI

- Jangan bertele-tele dgn kata-kata penutup

- Tutup dgn memberi/mengalirkan motivasi kita

Catatan:

* Hal yg mudah kita sampaikan adlh hal yang sudah pernah kita lakukan

* Ketika hrs mengisi & kita tanpa persiapan:

1. Tujuan

2. Materi

3. Evaluasi

4. Metode

5. Media

6. Teknologi

* Metode & kapasitas yg dpt tertangkap o/ otak

Read 20%

Hear 30%

See 40%

Speak 50%

Do 60%

ISTIQOMAH Teaching Model

Imagination : bangkitkan imajinasi (ke depan) peserta sblm materi disampaikan

Student center : sesuai kebutuhan siswa, semaksimal mungkin

mengaktifkan seluruh indra peserta (Trainer = one stop

shopping/ Palu Gada “ apa yg Lu mau, Gua Ada”)

Technology : kreativitas (secepat mungkin mencapai tujuan)

Intervention : masuk ke wilayah peserta (sangat mempengaruhi pencapaian tujuan)

Queastion & Answer: “Ilmu itu gudang, kuncinya adlh dgn bertanya” (4 Wife + 1 Husband)

Organization : kerapihan

Motivation 3x : lakukan berulang2

Application : diarahkan bgmn nanti mengaplikasikannya dilapangan

Heart : spiritual

Kategori: Teaching & Presentation

Biarkan Anakku terlelap dalam tidurnya

Juni 28, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Marni masih sibuk membungkus jajanan yang dibeli para pembeli. Sementara Ipan anak laki-laki satu-satunya terlelap tertidur di atas alas kardus yang sengaja dipakai sebagai tempat tidur. Berbalut dengan kain samping Ipan seakan kebal dan tidak terganggu oleh suara bising lalu lalangnya kendaraan didepan meja jualan, ditepian trotoar jalan. Angin jalan menghembuskan udara dan debu, menyapu tepian jalan. Siang terasa panas, hanya secarik terpal yang disangga empat tiang bambu sengaja dipakai untuk sekedar melindungi dari sengatan matahari. Suasana jalan Diponegoro terasa pengap membekap setiap diri yang berjalan diatasnya.

Begitulah keseharian Marni bersama Ipan anaknya yang berjualan dipinggiran jalan Diponegoro Bandung. Suami Marni juga seorang pedagang es yang biasa berjualan dengan berkeliling menyusuri jalanan kota. Semangat hidup yang tinggi mengalahkan keadaan. Tak perduli dengan naiknya harga-harga kebutuhan pokok, tak perduli dengan naiknya tarif dan tek-tek bengek lainnya. Hidup harus terus dijalani. Walaupun berat menghimpit.

Dan Ipan anak pertama mereka…., biarkan dia terbentuk menjadi seorang pejuang yang tangguh, pejuang yang tak takut akan rasa lapar dan rasa haus.

“Selamat tidur anakku, dibalik lelap tidurmu ada pengharapan besar dari Ibu dan Bapakmu….”

 

“Allahu Akbar ! …. Allahu Akbar ! ….” batu-batu kecil berhamburan dari tangan-tangan mungil Ali dan Zahra. Sesaat kemudian mereka berlari menuju rumah mereka untuk berebut mengambil air minum. Keringat dikening mereka luruh menyusuri wajah-wajah yang tampak polos dan lugu. Tampak kecerian diwajah mereka jika mereka selesai berlatih melempar batu bersama anak-anak para pejuang intifadhah lainnya. Begitulah keseharian Ali dan Zahra, dua orang kakak beradik yang hidup bersama ibunya ditepian kota Gaza Palestina. Ayah dan seorang kakak tertua mereka telah meninggal dalam sebuah serangan Israel ke pemukiman tempat tinggal mereka beberapa bulan yang lalu. Sementara seorang kakak tertua mereka mengikuti jejak ayahnya syahid dalam sebuah serangan bom bersama beberapa pejuang palestina lainnya.

Anehnya, seakan tidak ada rasa sedih yang berkepanjangan dari wajah Ali dan Zahra. Mereka sekan telah terbiasa menemukan kondisi seperti yang mereka alami diantara teman-teman mereka yang ada disekitar tempat pemukiman mereka.

Jika malam tiba mereka telah terbiasa ditemani oleh suara Ibunya yang membimbing mereka untuk membacakan ayat-ayat Al-Qur’an. Mereka telah terbiasa menikmati ibunya mengantar tidur dengan menatap dan melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an dan tanpa ditemani oleh suara TV dan radio..

Dalam larut malam mereka tertidur dengan tenangnya.

“Selamat tidur anakku, dibalik lelap tidurmu ada pengharapan besar dari umat dan bangsamu , biarkan lelapmu sebagai pengiring dan pengantar mu dalam menggapai kemenangan ….”

 

Kategori: Renungan

Fase Perjuangan Mahasiswa Indonesia

Juni 28, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Mahasiswa dan Terbentuknya Boedi Oetomo (1908)
Mahasiswa dan Proklamasi Kemerdekaan RI (1945)
Mahasiswa dan Gerakan 66 (1966)/tumbangnya orde lama.
Pergerakan mahasiswa tahun 1974 & 1978
Mahasiswa dan Pergerakan 1998 / Tumbangnya Orde Baru
Pergerakan mahasiswa tahun 2001

6 Visi Reformasi (digulirkan pada tahun 1998)
1.Pemberantasan KKN
2.Penghapusan Dwi Fungsi ABRI
3.Percepatan Otonomi Daerah
4.Adili Pejabat Orde Baru dan Kroni-kroninya
5.Tegakan supremasi Hukum dan amandemen UUD 1945

Kepada Para Mahasiswa
yang merindukan kejayaan
Kepada Pewaris peradaban
Yang telah menorehkan
Sebuah catatan kebanggaan
Dilembar sejarah manusia
Kepada Rakyat yang kebingungan
Dipersimpangan jalan
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun kejalan
Demi tegaknya reformasi sejati
Demi negeri tercinta …

 Dari 200 juta penduduk Indonesia , Populasi mahasiswa sebesar 1,25% darinya merupakan potensi yang sangat besar untuk melakukan perubahan. (Kader Intelektual)
 Mempunyai sifat-sifat kepemudaan (semangat serta motivasi) yang homogen.
 Mempunyai periode usia yang produktif.

Kategori: Manajerial & Organisasi

Apa itu RISC ??

Juni 28, 2007 · & Komentar

RISC singkatan dari Reduced Instruction Set Computer. Merupakan bagian dari arsitektur mikroprosessor, berbentuk kecil dan berfungsi untuk negeset istruksi dalam komunikasi diantara arsitektur yang lainnya.
Sejarah RISC
Proyek RISC pertama dibuat oleh IBM, stanford dan UC –Berkeley pada akhir tahun 70 dan awal tahun 80an. IBM 801, Stanford MIPS, dan Barkeley RISC 1 dan 2 dibuat dengan konsep yang sama sehingga dikenal sebagai RISC. RISC mempunyai karakteristik :

• one cycle execution time : satu putaran eksekusi. Prosessor RISC mempunyai CPI (clock per instruction) atau waktu per instruksi untuk setiap putaran. Hal ini dimaksud untuk mengoptimalkan setiap instruksi pada CPU.
• pipelining:adalah sebuah teknik yang memungkinkan dapat melakukan eksekusi secara simultan.Sehingga proses instruksi lebih efiisien
• large number of registers: Jumlah register yang sangat banyak. RISC di Desain dimaksudkan untuk dapat menampung jumlah register yang sangat banyak untuk mengantisipasi agar tidak terjadi interaksi yang berlebih dengan memory.

Kategori: Komputer

7 Tips Menjaga Motivasi

Juni 28, 2007 · & Komentar

muhasabah.jpg

Entah anda berkerja sebagai apa yang jelas motivasi harus selalu ada. Manusia Hidup harus disertai dengan motivasi. Jika motivasi hilang makan segala sesuatu yang dijalani akan terasa hampa. Suatu saat ketika kita berada dalam suatu kondi dimana motivasi kita tengah tinggi, maka biasanya akan tampak dari apa yang ada dalam diri kita serta bagaimana hasil pekerjaan kita. Pancaran wajah kita akan tampak berseri dan penuh semangat.
Lalu bagaimana jika motivasi kita tengah turun. Pekerjaan menjadi asal-asalan, wajah kita tampak kusam bahkan murung. Fikiran terasa berat dan hati teras terhimpit oleh beban yang sangat besar.
Berikut ini ada beberapa tips yang dapat membantu anda dalam menjaga motivasi.
1. Mengingat moment-moment keberhasilan anda.
Ingat akan prestasi yang pernah anda buat. Ingat bagaimana and pernah menghadapi sebuah permasalahan yang berat dan anda bisa menyelesaikannya,… Maka ledakanlah beban anda. Biarkan anda kembali berfikir tenang. Anda pemenang, bukan pengecut atau pecundang.
2. Carilah orang yang dapat memberikan motivasi kepada anda.
Terkadang jika kita diam menyendiri, masalah akan terasa lebih berat. Butuh seseorang yang dapat berbagi keluh kesah tentang masalah anda. Bisa saudara, teman, shahabat atau guru/ Ustadz. Secara physikologis jika anda menceritakan masalah anda kepada orang lain, maka secara otomatis anda telah menghilangkan setengah dari beban permasalahan anda.
3. Buatlah catatan saku kecil yang dapat anda bawa kemana-mana.
Catatan ini berisi kata-kata yang bisa memotivasi anda. Ini sekedar mengingatkan anda secara terus menerus agar tetap termotivasi. Catatan ini bisa bersifat sementara. Suatu saat anda akan merasakan jenuh, maka carilah atau buatlah tulisan baru. Saya biasa menuliskan kata-kata dari Kutipan ayat Al-Qur’an, kata-kata Rosulullah SAW, para shahabat, orang-orang terkenal, atau bahkan kata-kata dari seseorang yang tidk dikenal sekalipun oleh saya.
4. Pasanglah tulisan atau gambar yang dapat memotivasi kembali diri anda diruangan anda.
Cara ini biasanya akan lebih baik karena anda akan selalu merasa diingatkan oleh gambar atau tulisan tersebut. Simak aja tulisan Sun Zu ini ”Know your Enemy…” kalimat ini begitu ringkas, hanya 3 kata. Tapi bagi seseorang yang mengalami kebuntuan dalam menghadapi masalah bisa jadi sangat membantu. Kata lainnya mungkin akan difahami menjadi ” Know your problem… & you ’ll find the solution…”

5. Bacalah biografi orang-orang yang sukses, pejuang atau hebat dan terkenal.
Membaca biografi akan memberikan motivasi tersendiri, sebab biasanya dalam biografi banyak diceritakan bahwa dibalik kesuksesan, kehabatan dan keberhasilan sesorang ternyata dia hanyalah manusia biasa seperti halnya anda yang membaca.

6. Kontemplasi
Bagi muslim biasa menyebutnya dengan bahasa mutaba’ah. Artinya merenung dan mengintropeksi diri. Memahami apa yang telah diperbuat salah atau benar.

7. Bacalah sebuah karya sastra (prosa, puisi, novel dll)
Sebuah karya sastra biasanya memberikan motivasi tersendiri. Seperti halnya jika kita membaca kalimat dari puisi Chairil Anwar ’Aku mau hidup 1000 tahun lagi…’. Shahabat Umar pun menyuruh kepada anaknya membaca syair agar anak-anaknya menjadi pemberani.

Kategori: Manajerial & Organisasi

6 Tips Analisis Awal

Juni 27, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Oleh: Agus Nugroho

Bagi anda yang merasa bingung ketika akan memulai bisnis yang baru. Terkadang kita merasa bingung bagaimana akan memulainya. Kita takut akan membuat langkah karena bisa jadi belum bisa berfikir tenang menghadapi kondisi. Ada beberapa pertanyaan yang harus kita jawab sebagai bahan nailisi kita. Berikut ini ada 6 tips bagaimana melakukan analisis awal ketika memulai bisnis.
Berikut ini ada beberapa tips tentang bagaimana melakukan analisis sebelum berbisnis:
1. Fikirkan tentang prospek bisnis yang akan jalani.
(a) Hitung peluang pasar (seberapa besar orang mebutuhkan produk anda) dan (b) jumlah pesaing yang ada dipasaran (berapa banyak penjual yang telah ada yang menjual produk yang sama).
2. Seberapa luas skup wilayah bisnis anda.
Apakah lokal (hanya didaerah rumah anda) atau lebih luas lagi yaitu meliputi kota. Sebagi contoh ringan. Jika kita ingin membuat kios penjualan Pulsa Hp di dalam sebuah komplek, saya bisa memprediksi jika komplek tersebut hanya berisi 50 rumah maka bisa jadi nada bisa menguasai pasar 50 rumah tersebut dan tidak lebih, tetapi jika anda ingin menjual dalam skup yang lebih luas maka anda membutuhkan tempat bagi kios anda yang lebih strategis.
3. Berapa besar prediksi keuntungan anda dalam hitungan waktu
Anda dapat menghitungnya dalam urutan Hari, pekan, bulan dan tahun.
Sebenarnya banyak orang yang berjualan hanya bermodalkan feeling saja bisa berhasil dan sukses. Namun tentunya bukan sesuatu yang baku. Bagi dia yang sudah bermental bisnis bisa jadi dia akan berbisnis dan menjalankan segala sesuatunya dengan reflek. Untuk itu bagi orang yang awam dan baru belajar memulai tips pada point ini bisa jadi bermanfaat. Yaitu memulai dari prediksi perhitungan keuntungan berdasarkan waktu. (Perhatikan dan bandingkan variabel biaya besar modal dan biaya operasional yang dibutuhkan)
4. Fikirkan tentang apa kelebihan bisnis anda!
Jika bisnis yang akan dijalani adalah bisnis yang umum dan sedang ngetrend. Bisa berpa harga jual produk anda dipasaran, bagaimana pelayanan anda kepada custumer (anda bisa membuat metode unik tersendiri), bagaimana tampilan produk/kemasan anda, dll.
5. Bagaimana stategi marketing dari bisnis anda?
Marketing adalah ujung tombak bagi keberhasilan anda. Jawab pertanyaan berikut ini!, bagaimana anda meyakinkan orang agar dapat membeli produk di toko anda. Informasikan mengenai kelebihan yang ada di toko anda. Yang jelas tujuan utama dari marketing adalah menarik pembeli untuk datang ke tempat anda.
6. Apa yang menjadi keuntungan bagi pembeli jika membeli produk dari anda?
Costumer adalah raja. Mereka adalah objek yang akan mengantarkan uang kepada anda. Salah besar jika anda hanya berfikir tentang uang yang ada ditangan mereka. Mungkin dibawah ini ada beberapa hal yang sering difikirkan oleh custumer ketika mereka berniat membeli produk dan datang ke tempat kita.
 Barangnya murah (minimal standar seperti di tempat lain)
 Pelayanannya bagus (misalnya ramah)
 Tempatnya bersih dan nyaman (tempat harus meyakinkan pembeli)
 Ada bonusnya
 Mudah diakses (tidak jauh, ada tempat parkir dan lingkungannya nyaman)
Jika anda sebagai custumer, apa yang membuat anda tertarik. Silahkan tulis dicatatan anda. Salam bisnis.

(Semua artikel yang ada di Blogs ini bebas untuk dikutip dan diperperbanyak tulisan dengan tetap mencantumkan nama penulis)

Kategori: Kiat Bisnis

Engineering mindset…. Berfikir kreatif dalam bisnis

Juni 27, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

(seri manajemen bisnis)
Oleh: Agus Nugroho

Ketika berbisnis ada sebuah prinsip yang simpel dan umum. Bisnis tidak perlu untung gede, kecil tapi untungnya akan terus mengalir ke kantong kita. Ketika kondisi seperti ini Orang akan berfikir tentang bagaimana membuat stabil bisnis yang ada dengan tidak termotivasi meraup keuntungan yang besar. Prinsip asal ada untung.
Tapi lain lagi jika anda berfikiran kreatif, mungkin tidak mahal, cukup mengeluarkan suatu ide yang unik dan menarik maka bisa jadi kesuksesan ada ditangan anda. Simak saja Ringkasan cerita berikut.
1. Sebuah warung baso bernama ”Baso Bola”, si pemilik memajang baso sebesar bola kaki, walhasil setiap harinya orang berbondong-bondong mendatanginya.
2. Awalnya seorang pembuat lemper yang biasanya membungkus produknya dengan daun pisang beromzet hanya Rp.15.000 sehari yang di jualnya dipasar. Dia mendapat ide setelah melihat lemper dari temannya. Kemudian dia meniru lemper dengan menu isi yang sama, tetapi dibungkus dengan daun dan plastik plus label ”Lemper daging, gurih dan sehat” dan ada no teleponnya. Dia kini dikontrak oleh seorang pembuat catering di dekat rumahnya untuk membuat lemper dalam jumlah yang banyak setiap harinya. Omzetnya 200ribu sehari.
3. Sebuah kios HP terlihat lebih banyak di datangi pembeli hanya karena tempatnya bersih dan di hiasi dengan pernak-pernik lampu berwarna.

Sebenarnya masih banyak cerita lain. Namun kiranya cukup dengan 3 contoh diatas kita bisa menyimpulkan bahwa sebuah sentuhan kecil yang unik dapat membawa kesuksesan bagi si penjual.

(Semua artikel yang ada di Blogs ini bebas untuk dikutip dan diperperbanyak tulisan dengan tetap mencantumkan nama penulis)

Kategori: Kiat Bisnis

Berlatih berfikir seperti P E T A

Juni 27, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

oleh : Agus Nugrgoho

Sebenarnya jika dilihat dari segi barang mungkin hanya secarik kertas tipis dengan gambar garis serta tulisan-tulisan nama tempat atau daerah. Namun dengan peta yang lebih penting bukanlah bentuk atau warna yang ada padanya, tetapi tentang bagaimana kita bisa memahami peta tersebut.
Saya hanya ingin mengungkapkan saja tentang apa yang terasa oleh kita manakala keita melihat peta untuk kemudian menjadikannya pelajaran tentang bagaimana pola fikir kita bisa ‘berubah’.
Bayangkan ketika kita melihat sebuah peta, kita bukan hanya melihat sebuah bentuk dan garis yang berwarna-warni. Lebih dari itu khayalan kita akan menerawang membayangkan tentang bagaimana wilayah secara fisik membentang dari ujung barat ke timur, dari utara keselatan dan begitu pula dalam setiap pasangan arah lainnya. Kita akan memaknai setiap garis dan warna yang ada pada peta tersebut sesuai dengan keterangan yang ada pada peta tersebut.
Bagaimana jika kita berlatih fokus seperti halnya peta tersebut. Misalnya fikirkan tentang bagaimana potensi binis yang ada disetiap daerah. Bagaimana kelompok manusia pada setiap daerah tersebut, pekerjaannya, perekonomiannya. Bagaimana kebutuhan pokok mereka?. Apa yang sangat dibutuhkan dari masyarakat di daerah tersebut dilihat dari 9 kebutuhan barang pokok. Dan seterusnya anda akan terus meperoleh aliran data dengan sendirinya. Tinggal anda menuliskannya pada catatan anda dan selamat! Anda telah memiliki database sederhana tentang potensi bisnis yang ada didaerah tersebut.

Contoh berlatih lain dengan metode P E T A
Ketika kita melihat peta misalkan peta kota bandung, maka dibenak kita bukan hanya sekedar bagaimana gambar garis dan warna yang ada pada peta, lebih dari itu ingatan kita biasanya akan menerawang liar memberikan kilasan potret-potret tentang kota Bandung. Mungkin tentang sejarahnya tentang gedung-gedung tinggi, tentang jalan-jalan raya yang ada, tentang gedung-gedung bersejarah dan mungkin masih banyak lagi kilasan potret-potret lainnya lainnya tentang kota bandung. Itu yang terjadi manakala kita melihat peta dengan tujuan yang tidak terlalu fokus.
Bayangkan jika kita melihat peta tersebut dari kacamata bisnis. Kita akan melihat banyak hal pula. Namun kali ini lebih spesifik. Munkin dalam benak kita kan terbayang tentang gedung-gedung yang menjadi sentra bisnis barang tertentu, jalanan yang ramai dengan aktivitas perdagangan, kawasan para pedagang yang menjual barang mewah dan mahal, atau kawasan yang menjual barang yang kualitasnya lumayan bagus namun dengan harga yang murah. Gambaran tempat itu mungkin hanya sebagian kecil dari fikiran kita. Selebihnya mungkin masih banyak yang kita fikirkan terkait dengan kata kunci ’bisnis’.
Zoom
Sekarang bagaimana jika kita zoom fikiran kita pada bagian yang lebih kecil lagi dalam mengarahkan fokus kita. Misalnya kita ingin mencari buku!. Maka kita fikiran kita akan menerawang pada tempat yang lebih spesifik lagi yaitu ’tempat berjualan buku’. Bagaimana fikiran kita sekarang?
Sekarang kilasan-kilasan potret dalam benak kita akan lebih fokus memberikan jawaban serta gambaran langsung. Toko-toko buku di pusat perbelanjaan, pedagang emperan yang menjual buku bekas, atau kawasan yang menjual buku baru dengan harga yang murah, misalnya kawasan Palasari. Pakah cukup?. Bisa ya atau tidak karena hal ini tergantung dari kebuthan kita tentang buku apa yang kita cari. Buku luar yang berkualitas, buku sekedar pengantar pemahaman sebuah topik atau buku yang lainnya. Selesai?. Saya fikir sampai disini cukup. Tinggal kita memutuskan. Beli buku apa dan pergi kemana?.

Kategori: Kiat Bisnis

Mengalahkan rasa malu (Bagian I)

Juni 27, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Oleh : Agus Nugroho

Ini mungkin pengalaman menarik saya. Dahulu dalam sebuah training motivasi, waktu itu saya diminta mengumpulkan semua uang termasuk dompet saya di meja pemateri. Awalnya saya bingung… Mau apa dan kenapa?
Pertanyaan itu akhirnya terjawab setelah si pemateri memberikan tugas pada masing-masing peserta untuk menjual 3 batang coklat untuk dijual disekitar tempat training dalam waktu 15 menit. Coklat itu harus terjual habis. Jika tidak… reward or punishmen?. Waktu itu semua peserta berhamburan keluar ruangan ingin segera menjual coklat yang masing-masing mereka bawa. Namun ternyata jika diamati, semuanya ternyata berlari dengan gugup danwajah yang tampak bingung…. termasuk saya juga .
Kenapa karena tidak tahu apa yang segera dilakukan. Difikiran hanya satu, coklat terjual. Tapi bagaimana? kepada siapa? Dimana?. Namun inti dari kesemuanya adalah rasa ’gengsi’ dan ’malu’.
Semua pertanyaan dan rasa itu bercampur aduk dengan cepat. Walhasil keringat dingin bercucuran.
1. Ada yang mengemis-ngemis untuk mau membeli coklatnya dan dengan jujur mengatakan bahwa dirinya tengah di training.
2. Ada yang mencari temannya untuk dipinjami uang senilai harga 3 buah coklat tersebut.
3. Ada yang dengan rajin meyakinkan pembeli dengan melakukan presentasi tentang coklat tersebut kepada setiap orang.
4. Saya?? Waktu itu bingung dan hanya mengikuti teman. Dan akhirnya berhasil menual di menit ke 20an.
Namun yang unik adalah apa yang dilakukan oleh teman saya yang telah terbiasa berjualan.
 Pertama dia mengamati target yang akan menjadi sasaran.
 Dia menghampiri target dan melakukan opening dengan sapaan yang Sopan. Maaf bolehkah saya menganggu sebentar?.
 Ketika si target mengangguk, teman saya langsung melakukan presentasi. Entah apa yang dia fikirkan sebelumnya, yang jelas dia bisa menjelaskan produk coklat tersebut dengan menarik. Dan closing. 3 coklat dalam waktu 8 menit.

Apa yang terjadi dari cerita diatas sebenarnya dikarenakan.
Gengsi
Kondisi ini terjadi karena berjualan merupakan kegiatan yang sangat merendahkan kehormatan anda. Beda jika kita melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan penghargaan diri oleh orang lain. Hasilnya kita malu. Dan ketika rasa ini ada, maka akan menghambat langkah anda. Akan menghambat mulut anda untuk berbicara. Dan tentunya akan menghambat mental anda untuk memenangkan perjuangan ini.

Tidak berpengalaman
Tanpa pengalaman kita tidak akan bisa bergerak dengan reflek dalam memahami situasi yang ada. Orang bisa karena terbiasa. Kita bisa karena sering melakukan. Sesuatu untuk berhasil membutuhkan latihan. Dan begitu pula dengan sukses dalam berjualan. Butuh pengalaman, butuh jam terbang, butuh memahami secara langsung bagaimana proses bisnis anda berlangsung.

Untuk itu, buang rasa malu anda, berfikir jernih dan bertindaklah dengan tenang. Fahami kondisi dengan seksama. Selamat mencoba.

(Semua artikel yang ada di Blogs ini bebas untuk dikutip dan diperperbanyak tulisan dengan tetap mencantumkan nama penulis)

Kategori: Kiat Bisnis